Blogger Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Pusaka Sakti Tanah Jawa

Pusaka Sakti di Tanah Jawa. Pusaka adalah sisi dari histori serta umumnya dihubungkan dengan satu momen – momen penting seperti pembentukan kerajaan. Pusaka-pusaka tersebut mempunyai narasi sejarah serta mistis di balik kegagahannya. Pusaka populer dengan cerita serta kesaktian dari masanya antara lain :

Keris Mpu Gandring

Pusaka legendaris yang populer dari kisah pendirian kerajaan Singhasari. Keris Mpu Gandring di buat oleh Mpu Gandring, pandai besi sakti di masanya serta Ken Arok yaitu orang yang memesan keris itu. Keris Mpu gandring yaitu keris yang di kutuk oleh pembuatnya sendiri, yakni keris yang bakal meminta korban nyawa tujuh turunan dari Ken Arok. Mpu Gandring mengutuk keris itu lantaran ketika itu, Ken Arok menusuk Mpu Gandring karena dianggap tidak bisa memenuhi perjanjianya, yaitu membuat keris dalam satu malam. Keris Mpu Gandringpun ikut serta dalam pembunuhan dan perselisihan di kerajaan Singhasari yang memakan korban Tunggul Ametung, Kebo Ijo, Ken Arok, Anusapati, Tohjaya.

Keris Kyai Condong Campur

Pusaka yang konon di buat oleh seratus Mpu dengan bahan dari beragam tempat. Salah satu pusaka milik kerajaan Majapahit. Fisik keris dengan Panjang bilah yang sedang dengan kembang kacang, satu sogokan, satu lambe gajah dengan ukuran panjang sampai ujung bilah serta tidak ada sogokan belakang. Keris pusaka yang sangatlah ampuh namun mempunyai aura serta watak yang jahat.

Keris Kyai Setan Kober

Keris Pusaka legendaris yang tidak di ketahui dengan cara pasti siapa pembuatannya. Keris ini dipegang oleh Adipati dari Kadipaten Jipang Panolang, Arya Penangsang. Keris yang konon mempunyai kemampuan sugesti untuk beberapa orang sekitarnya apabila dicabut dari warangkanya. Sugesti berwujud angin ribut serta setan-setan berkejaran.

Keris Kyai Sengkelat

Pusaka Keris luk tiga belas yang di buat pada saat pemerintahan Prabu Kertabhumi atau Brawijaya V, Majapahit (1466 – 1478) oleh karya Mpu Supa Mandagri. Di buat berbahan Cis, yakni besi runcing yang dipakai untuk menggiring Onta. Besi itu di dapat oleh Sunan Ampel waktu bermunajat, lalu diberikanlah pada Mpu Supa untuk jadikan sebilah pedang. Tetapi, pada akhirnya di buat menjadi sebuah keris lantaran Mpu Supa merasa sayang apabila jadikan sebilah pedang.

Sesudah usai, keris itu diberikan pada Sunan Ampel, namun Sunan Ampel terasa kecewa karena semestinya besi itu dijadikan pedang dikarenakan pas dengan budaya Arab. Sedang keris lebih kental dengan budaya Jawa yang berbau Hindu. Dan Pada akhirnya keris ini di berikanlah pada Prabu Brawijaya V serta jadi salah satu simbol kerajaan dengan gelar Kanjeng Kyai Ageng Puworo, di tempatkan ditempat spesial dalam gudang pusaka keraton.

Keris Kyai Carubuk

Keris yang di buat oleh Mpu Supa atas keinginan Sunan Kalijaga. Keris yang konon ceritanya di buat dari besi yang besarnya cuma sebesar kemiri. Keris yang pada awalnya pingin di buat dengan bentuk yang simpel, namun malah menjadi keris yang berbentuk Indah hingga Sunan Kalijaga tidak bosan-bosan melihatnya. Keris ini diceritakan dapat menaklukkan keris Setan Kober punya Arya Penangsang saat akan mau membunuh Sultan Hadiwijaya yang waktu itu Arya Penangsang memakai keris setan Kober.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar